Termasuk Adnan Januzaj, Ini Starting XI One Season Wonder di Premier League

Termasuk Adnan Januzaj, Ini Starting XI One Season Wonder di Premier League

HarianBolaBanyak pemain bola yang penasaran ingin bermain di Premier League. Sebab, kompetisi tertinggi sepak bola Inggris itu sering dianggap sebagai tempat yang tepat untuk menunjukkan kualitas permainan.

Selain itu, Premier League dikenal sebagai kompetisi yang sangat kompetitif. Dengan intensitas permainan yang cepat tentunya membuat banyak pemain ingin mencoba bermain di Premier League.

Alhasil, tak sedikit pemain bola yang menolak pinangan klub-klub Premier League. Ada pemain yang benar-benar kesulitan beradaptasi dengan gaya permainan ala Premier League dan akhirnya memutuskan hengkang.

Namun, ada juga beberapa pemain ada yang dengan mudah beradaptasi dengan kultur sepak bola Inggris. Bahkan, para pemain tersebut sampai mencuri perhatian pencinta sepak bola sepanjang satu musim.

Menariknya, para pemain tersebut langsung meredup performanya pada musim berikutnya. Hal itulah yang sering disebut One Season Wonder atau pemain yang hanya tampil gemilang selama satu musim.

Banyak pemain di berbagai kompetisi yang kehilangan konsistensi permainannya, termasuk di Premier League. Tak hanya pemain yang berposisi sebagai penyerang, melainkan dari berbagai posisi.

Dirangkum dari Give Me Sports, berikut susunan 11 pemain one season wonder di Premier League.

1. Tomasz Kuszczak- GK

Tomasz Kuszczak bermain cukup apik saat membela West Bromwich Albion pada 2005-2006. Meskipun gagal menyelamatkan klubnya dari jurang degradasi, tapi banyak menganggap performa Tomasz Kuszczak sangat baik.

Tomasz Kuszczak sejatinya bukanlah pilihan kiper utama West Brom. Namun, kala itu kiper utama, Chris Kirkland mengalami cedera pada awal musim.

Alhasil, Tomasz Kuszczak dipilih untuk mengawal gawang West Brom. Penampilan apiknya tersebut membuat Manchester United kepincut.

Namun, setelah bergabung bersama Manchester United Tomasz Kuszczak tak menunjukkan performa gemilang.

Ia hanya menjadi kiper pelapis bersama klub berjuluk Setan Merah itu.

2. Sebastien Bassong- CB

Sebastien Bassong tampil gemilang saat berkostum Norwich City pada 2012-2013. Meskipun hanya mengantarkan klubnya itu berada di urutan ke-11 klasemen akhir, Sebastien Bassong terpilih sebagai Player of the Season pada 2013.

Namun, setelah itu permainannya justru meredup. Dari tiga musim yang dijalani, klub yang dibela Sebastien Bassong menderita dua kali degradasi.

3. David Wheater-CB

David Wheater menjalani musim yang cemerlang bersama Middlesbrough pada 2007-2008. Permainan apiknya bersama Middlesbrough membuatnya dipanggil Timnas Inggris.

Akan tetapi pada musim berikutnya performa menurun drastis. Tak hanya itu, klub yang ia bela tersebut juga harus terdegradasi ke divisi Championship.

4. Titus Bramble-CB

Titus Bramble merupakan pemain belakang yang disegani di Premier League. Bramble hampir tak tergantikan di lini belakang Ipwich.

Titus Bramble juga sukses mengantarkan klubnya tersebut finis di posisi kelima klasemen sekaligus lolos ke Liga Europa.

Namun, prestasi apik Titus Bramble tak berlanjut pada musim berikutnya. Setelah itu, ia sering membuat blunder bersama klub yang ia bela.

5. Adnan Januzaj-RM

Banyak yang menganggap Adnan Januzaj sebagai pemain masa depan Manchester United. Adnan Januzaj sering menjadi pilihan utama saat Setan Merah dilatih David Moyes pada 2013-2014.

Namun, saat Luis Van Gaal mengambil alih jabatan pelatih, Januzaj tak mengesankan pelatih asal Belanda itu.

Kondisi tersebut membuat ia dipinjamkan ke Sunderland pada masa kepelatihan Jose Mourinho. Saat ini, pemain asal Belgia itu bermain bersama klub La Liga, Real Sociedad.

6. Jack Rodwell-CM

Pada musim 2011-2012, Jack Rodwell tampil gemilang saat menjadi gelandang box-to-box Everton. Penampilan apiknya tersebut membuat Manchester City kepincut.

Namun, setelah bergabung dengan The Citizens, sinar Jack Rodwell justru meredup. Ia jarang diberi kesempatan tampil bersama skuat utama Manchester City.

7. Michu-CM

Pemain asal Spanyol, Michu, tampil gemilang pada musim pertamanya bersama Swansea City. Kala itu, Michu sukses mencetak 18 gol pada musim 2012-2013.

Namun, setelah itu Michu harus mengalami cedera parah yang membuat kariernya berakhir di Premier League. Pada 2017, Michu memutuskan pensiun diusianya yang baru 31 tahun.

8. Andrey Arshavin- LM

Andrey Arshavin tampil gemilang bersama Timnas Rusia saat Piala Eropa 2008. Kondisi tersebut membuat klub Premier League, Arsenal mendatangkannya pada bursa transfer Januari 2009.

Pada musim pertamanya bersama The Gunners bermain sangat bagus. Bahkan, Andrey Arshavin bisa mencetak empat gol saat menghadapi Liverpool di Anfield.

Tak hanya itu, pada akhir musim, Andrey Arshavin terpilih sebagai pemain terbaik Arsenal. Namun, keberhasilan tersebut hanya berlangsung selama satu musim.

Setelah itu, Andrey Arshavin kerap dijadikan lelucon karena performa buruknya.

9. Robinho-CF

Robinho menjadi satu di antara pemain Manchester City dengan harga termahal kala itu. Robinho pun langsung membuktikan kapasitasnya pada musim 2008-2009.

Namun, pada musim berikutnya performa Robinho justru menurun. Pemain asal Brasil itu hanya mencatatkan satu gol dari 12 pertandingan.

Kondisi tersebut membuatnya dipinjamkan ke Santos pada Januari 2010.

10. Roque Santa Cruz-ST

Pemain asal Paraguay, Roque Santa Cruz terlihat menjanjikan pada musim pertamanya di Premier League. Ia menyumbang banyak gol untuk Blackburn Rovers pada musim 2007-2008.

Kala itu, ia bisa mencetak 19 gol dalam satu musim. Torehan tersebut tentunya sangat bagus buat pemain yang baru menjalani karier di Premier League.

Namun, setelah itu performanya turun drastis pada musim berikutnya. Santa Cruz hanya mencetak satu gol dalam satu musim.

Pada musim berikutnya lagi juga semakin menurun, yakni hanya tiga gol.

11. Michael Bridges-ST

Mungkin cerita Michael Bridges berbeda dengan pemain lainnya di atas. Michael Bridges tampil gemilang bersama Leeds United pada musim 1999-2000.

Kala itu, dalam satu musim Michael Bridges mampu mencetak 19 gol. Namun, setelah itu cedera parah membuat kariernya terganggu.

Dalam empat musim, Michael Bridges hanya mencetak satu gol karena cederanya belum benar-benar pulih.

Related Post

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*