Timnas Inggris Pernah Begitu Manja: Minta Jalan-Jalan ke Mall dan Main Gim

Timnas Inggris Pernah Begitu Manja: Minta Jalan-Jalan ke Mall dan Main Gim

HarianBolaMantan pelatih Timnas InggrisSven-Goran Eriksson membongkar satu rahasia terbesar yang pernah membuatnya tercengang. Eriksson terkejut saat mendapati pemain-pemain Inggris selalu dimanjakan dengan pelayanan maksimal.

Eriksson menangani Inggris untuk Piala Dunia 2002 dan 2006, juga Euro 2004. Artinya, saat itu dia memimpin tim yang dipuji sebagai generasi emas Inggris.

Ada David Beckham, Frank Lampard, Steven Gerrard, Wayne Rooney, Rio Ferdinand, John Terry, Gary Neville. Sebut saja, hampir semua pemain terbaik Inggris berkumpul dalam satu tim.

Menangani tim bertabur bintang seperti itu jelas tidak mudah, Eriksson harus bisa menemukan kombinasi terbaik di lapangan. Namun, ternyata dia jauh lebih kesulitan mengatasi sikap pemain di luar lapangan.

 

Ingin Dimanja dan Dihibur

Meski bertabur bintang, Inggris kala itu gagal meraih trofi mayor apa pun. Eriksson mungkin patut disalahkan karena taktik yang tidak tepat, tapi ternyata ada masalah lain di luar lapangan.

“Salah satu kejutan terbesar adalah saat itu pemain-pemain Inggris harus dihibur, selalu. Pesepak bola Italia cukup minum kopi bersama dan duduk selama dua jam, berbicara, tertawa bersama. Pemain Inggris tidak bisa,” buka Eriksson kepada The Times.

“Saya ingat pada beberapa pertandingan tandang pertama, Beckham datang kepada saya dan berkata: ‘besok siang tidak ada latihan. Bisakah kami pergi berbelanja?’ Saya berkata: ‘belanja? Pesepak bola belanja?’ Dia menjawab lagi: ‘ya, kami pergi ke mall’.”

Seperti Anak-Anak

Sifat seperti itulah yang ternyata merugikan Inggris. Pemain-pemain terlalu dimanja, terlalu diistimewakan. Akhirnya, mereka justru melupakan tugas paling penting: tampil sebaik mungkin di lapangan.

“Pada Piala Dunia di Jepang, saya pergi melihat hotel kami dan mereka menjelaskan: ‘inilah ruang bermain’. Saya menjawab: ‘apa maksud Anda, ruang bermain? Bukankah kami bermain di luar?’ Mereka berkata tidak, itu memang ruang bermain,” lanjut Eriksson.

Ternyata, ruang bermain yang dimaksud diisi dengan berbagai hiburan. Meja untuk bermain kartu, gim-gim arcade (ding dong), PlayStation, dan banyak fasilitas lainnya.

“Apa yang sudah dilakukan FA luar biasa. Rasanya seperti pergi ke Las Vegas. Saya berkata: ‘bukankah ini untuk anak-anak?’ Mereka menjawab: ‘memang mereka [para pemain] analk-anak.’ Luar biasa,” tutupnya.

Related Post

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*